Awal Perjalanan Promil (I Hope everything is good)

 Bismillah, setelah maju mundur untuk mulai ngeblog lagi akhirnya ada niat dan waktu untuk merealisasikannya heheh.

Sebelumnya mohon maaf jika tulisannya masih sangat berantakan, kurang berkenan dan lainnya, tapi semoga sedikit banyak nya dari cerita saya bisa dijadikan pembelajaran untuk setiap pembaca nya.


Let's get started, cerita promil saya di mulai saat saya sudah menikah 6bulan (tepat nya di sekitar febuari 2022) namun belum juga diberikan kesempatan untuk hamil dan juga riwayat nyeri saat haid yang rasanya lebih menyakitkan dari sebelum menikah 😔. 


Setelah berdebat dengan pikiran sendiri akhirnya saya memutuskan untuk promil  pertama kali di RS Edelweiss Bandung dengan dr. Ita Fatati, Sp.OG (K). Pertimbangan saya mengunjungi beliau karena di edelweiss RS yg terbilang baru, pelayanan ramah, fast respon, lokasi dekat rumah dan juga karena review banyak orang yang saya cari di goole yang menceritakan bahwa dr ita friendly (thats it se simple itu saya memilih beliau wkwk), dan ya saat saya mengunjungi beliau memang ramah dan cukup informatif, hanya saja menurut pengalaman saya beliau cukup lamban dalam mendiagnosa dan menyarankan berbagai tindakan, mungkin karena pernikahan saya yang belum sampai 1 tahun juga kali yaa jadi dianggap nya masih yaudah lah aman ini mah ehhehe.

Btw kalo ga salah saya 4 kali (4bulan) kunjungan ke beliau, karena ada riwayat nyeri haid awal nya saya di diagnosa suspect pcos. Buat temen temen yang belum tau PCOS bisa googling detail nya sendiri yaaa, karena jujurly setelah beberapa kali cek alhamdulilah saya ga pcos jadi kurang begitu tau mengenai pcos selain yg saya baca di google. Oke  back to topic saat konsultasi dengan dr ita setiap bulannya selalu sama hanya USG dan di intruksikan untuk mengonsumsi Asam Folat Folavitdan juga metformin, kalo di googling mengenai metformin pasti keluarnya obat antidiabetes tpi ternyata metformin ini sering kali di resepkan untuk wanita-wanita yang sedang promil karena obat ini juga di klaim mampu menyeimbangkan hormon pada wanita (gitu senah kata dokternya heheh). Nah karena setelah 4kali konsul selalu itu itu aja, di tanya harus apa juga selalu diminta nunggu berdoa dan ikthiar jadi saya memutuskan untuk stop melakukan promil dengan beliau (Karena lumayan juga setiap kunjungan minimal keluar 500ribu dan tentu saja ini tidak bisa menggunakan asuransi).


Next trip, setelah memutuskan berhenti promil dan saat itu pernikahan ku sudah melewati 1 tahun, akhir nya di  Oktober 2022 saya memutuskan untuk promil kembali.

Promil kedua saya berlabuh di RS Hermina Arcamanik, dan lagi lagi gada alasan khusus, hanya bermodal review google, dan saya memutuskan promil dengan dr Lina Karlina Sp. OG namun secara online (telekonsultasi) NAMUN saat pertama kali konsul promil yang beliau tanya adalah berapa bb dan tb saya dan saya bilang bb 40 tb 165 dan beliau langsung bilang yg inti nya saya terlalu kurus, tubuh saya ga kuat, dan yang paling membuat saya jengkel dia bilang bagaimana mau bisa hamil? sbnernya apa yang beliau sampaikan ada betulnya juga namun cara penyampainnya sangat kurang baik dan saya sangat kurang berkenan sehingga  saya memutuskan untuk ke dokter lain, karena menurut saya orang yang promil itu bisa dibilang sangat sensitif dan dokter yang menangani nya juga seharusnya sangat paham akan hal itu.


next promil, ketiga dengan dokter yang berbeda. Waktu itu ada kenalan yang lahiran di RS Hermina Arcamanik dengan dr Ani supriyatni Sp. OG dan katanya friendly (sesimple itu, jujur akutuh orangnya gampang tersinggung, jadi FRIENDLY adalah hal utama dalam berobat apalagi promil ini karena udah pasti akan panjang kisahnya hehehe) dan lagi karena saya pindahan ke bandung, gada sodara di bandung, gada pengalaman,  jadi sangat minim informasi mengenai bandung apalagi dokter untuk promil. 

Sayangnya waktu itu dr ani ternyata sakit/cuti jadi tidak praktik, akhirnya saya gambling pilih dokter yg praktik saat itu (hari sabtu) dan tentu saja pengennya dokter wanita, berdasarkan saran dari mba pendaftaran saya dituju ke dr Anna Fachruriyah Sp.OG lagi lagi saat masuk dan menceritakan bahwa saya selalu merasakan nyeri saat haid dan belum hamil setelah 1tahun pernikahan, responnya cukup membuat saya tercengang karena beliau bilang nyeri saat haid itu sangat wajar jangan LEBAY karena tiap wanita pasti merasakan itu, saat nyeri tinggal minum obat pereda nyeri sesimple itu, sangat singkat pertemuan saya dengan beliau namun mampu buat saya meneteskan air mata hiks.

Tidak peduli seberapa hebat dokter, berapa lama pengalamanya, tetep ya keramahan itu hal utama. 

Jujur pertemuan dengan dr anna yang paling membuat saya tercengang, dibandingkan pertemuan dgn dokter lainnya. Namun karena keinginan saya yang kuat untuk melakukan promil, saya memutuskan untuk  tetap melakukan promil namun tidak dengan dokter wanita. 

Setelah berbagai pertimbangan akhirnya saya memutusan melanjutkan promil dengan dr Umar Seno Waskito Sp.OG (K)-KFM dan alhamdulillah pertemuan pertama dengan beliau sangat berkesan baik untuk saya. Beliau sangat ramah, informatif, cepat dalam menyarankan sesuatu untuk kebaikan saya. Saat pertama kali bertemu beliau dengan bekal riwayat dari dokter sebelumnya dan pengecekan USG  transvaginal saya di diagnosa mengalami dismenore dan ada penebalan dinding rahim. Saat itu saya diintruksikan untuk rajin olahraga cardio seperti senam cardio, sepedahan, berenang, atau jogging dan tidak di sarankan untuk olahraga berat  (olahraga seminggu wajib 5x dengan durasi olahraga 30menit tiap harinya), selain itu saya juga di intruksikan untuk meminum asam folat dan metformin untuk menyeimbangkan hormon,  tidak merokok, tidak minum alkohol, menjaga pola tidur (tidak begadang), menjaga pola stress, dan makan makanan sehat, selain itu juga saya dirujuk untuk melakukan HSG dan analisis sperma (untuk suami).

Jujurly diagnosa dari beliau membuat saya berkecil hati dan sangat sedih, namun saya percaya setiap kisah yang saya alami itu sudah di takdirkan dan di gariskan oleh Allah Swt dan saya yakin saya dapat melalui semuanya sampai akhir. 
Alhamdulillah dengan dukungan dari suami, keluarga serta sahabat lainnya saya memutuskan untuk terus melanjutkan promil dan mengawali nya dengan menutup ketakutan yang ada dalam diri untuk melakukan HSG.

btw ternyata udah sangat panjang next ttg HSG kita bahas di page berikutnya!
See you~~~

Komentar